Ikan Tembang Juwi.

ikanjpegDi daerah Tuban ikan Tembang “Juwi” (nama internasional “Goldstripe sardinella”, nama latin “Sardinella gibbosa”)  sangat berlimpah namun memiliki nilai ekonomis yang rendah ( Rp 800-Rp 1.500/kg). Ikan Tembang kurang diminati untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena berukuran kecil, bersisik dan berduri banyak, sehingga ikan ini sering digunakan sebagai umpan saat memancing. Masyarakat pesisir biasanya mengolah ikan tembang dengan cara yang sederhana, yaitu dengan cara dipindang sehingga kelemahan ikan Tembang (berduri banyak dan bersisik) menyulitkan masyarakat ketika mengkonsumsinya.

Di dunia industri ikan Tembang juga diolah menjadi sarden (ikan kaleng). Pengolahan ikan tembang sebagai sarden dilakukan dengan cara menyiangi ikan, membuat duri ikan menjadi lunak dan penambahan saus. Hal tersebut mempermudah masyarakat dalam mengkonsumsinya karena duri dan sisik ikan tembang menjadi lunak. Namun proses membuat sarden membutuhkan modal yang besar,sehingga tidak memungkinkan dijangkau oleh industri kecil (rumah tangga). Salah satu produk olahan ikan yang dapat dijangkau oleh industri kecil adalah mengolah ikan Tembang sebagai abon dengan cara dipresto. Pembuatan abon dengan cara dipresto selain bertujuan melunakkan duri juga efisiensi tenaga kerja dan waktu.

Abon adalah olahan suwiran daging yang dimasak dengan santan, bumbu dan rempah-rempah lalu digoreng dan dipres hingga kering.Abon umumnya memiliki komposisi gizi yang cukup baik dan dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan atau sebagai lauk pauk. Pembuatan abon dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif karena abon memiliki umur simpan yang relatif lama karena berbentuk kering. Dengan cara pengolahan yang baik , abon dapat disimpan berbulan-bulan tanpa mengalami banyak penurunan mutu.

“Presto” adalah proses memasak dengan suhu dan tekanan tinggi, umumnya pemasakan ini dilakukan dengan pressure cooker/autoclave selama 60-90 menit dengan tekanan sekitar 1atm.  Tujuan pemasakan dengan cara presto adalah melunakkan keseluruhan bagian ikan sehingga tidak membahayakan ketika dikonsumsi. Ikan yang dipresto biasanya ikan yang memiliki banyak sisik dan duri. Pembuatan ikan duri lunak dengan cara sederhana dapat dilakukan dengan cara memasak ikan dengan tungku selama 6-9jam.

Ikan Tembang memiliki ukuran tubuh kecil yaitu sekitar 15-18 cm, sehingga membutuhkan waktu presto yang relatif lebih singkat daripada ikan pada umumnya (bandeng). Berdasarkan latar belakang di atas dilakukanlah penelitian abon ikan tembang dengan lama waktu presto yang berbeda (45 menit, 60 menit, 75 menit).

2 Tanggapan to “Ikan Tembang Juwi.”

  1. saya cari-cari artikel tentang ikan ini, tapi baru sedikit saja. gimana pola hidup ikan ini di habitatnya ?

  2. I all the time used to read piece of writing in
    news papers but now as I am a user of internet so from now I am
    using net for articles, thanks to web.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: